Jumat, 05 Desember 2008
q hRz bSa mEnAkLuKaN MaLaM-MaLaM SeNdIrIaN Yg mEnJaDi lAwAn pErIhKU,,,,,,
TaK AdA yG AkAn bSa mErUnTuHkAn nIaTkU TuK BeRtEmU mEmeLuK dAn mEmAnDaNg mZkI SuRyA MeNgAlAhKaN TuBuHkU DI lAuTaN Ku tUNgGu sMpAi sAmUdRa mEnGeRiNg. . . .
pReT,,,, jIgA Nu eNyA MnEh ! ! ! ! ! ! ! !
Museum Kekayon, Memutar Rekaman Sejarah Indonesia
Rekaman video yang menggambarkan sejarah bangsa Indonesia mungkin sudah biasa disaksikan, tetapi rekaman berupa sejumlah replika yang menguraikan sejarah Indonesia sejak jaman purba hingga proklamasi kemerdekaan tentu jarang disaksikan, apalagi rekaman yang juga mencakup sejarah kesenian wayang dari abad 6 hingga 20. Museum Kekayon menyajikan rekaman yang langka itu di lokasi berdirinya, kurang lebih 1 km dari Ring Road Timur Wonosari.
Museum yang menggambarkan sejarah bangsa Indonesia sekaligus kesenian wayang ini didirikan pada 23 Juli 1990 oleh Soedjono Prawirohadikusumo, seorang dokter spesialis kesehatan jiwa. Ia mempercayai bahwa kesenian wayang mampu mengantarkan seseorang memahami ilmu pengetahuan sekaligus tata krama serta menuju kedewasaan, dalam arti seseorang dapat mentransformasikan ilmunya pada generasi penerus.
Begitu memasuki halaman museum, anda sudah bisa memulai memutar rekaman sejarah Indonesia itu. Di pojok kiri depan museum, terdapat kompleks bangunan manusia purba yang menggambarkan asal muasal manusia Indonesia. Tak jauh darinya, terdapat kompleks Austronesia, menggambarkan masuknya peradaban baru ke Indonesia sehingga pertanian dan perdagangan menjadi maju, terutama berkat kedatangan orang-orang Cina.
Di bagian depan halaman museum, terdapat patung singa Borobudur, menandai masuknya peradaban Hindu Budha abad 1 - 7 dengan Candi Borobudur sebagai puncak keagungan kebudayaannya. Kompleks menara air dengan atap berbentuk candi terletak di bagian kanan belakang museum, menggambarkan kejayaan Majapahit yang berhasil mempersatukan hampir seluruh wilayah Indonesia saat ini, bahkan hingga wilayah Malaysia dan Thailand sekarang.
Simbol kemajuan peradaban Islam yang menjadi babak sejarah berikutnya di Indonesia setelah kejayaan Hindu Budha dilambangkan oleh Menara Kudus. Sementara, Kompleks Pancuran Bidadari yang berada di kiri tengah museum melambangkan pengaruh bangsa Belanda yang menjajah Indonesia selama 350 tahun. Kedua kompleks tersebut mencerminkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia pada abad 16.
Satu babak perkembangan kesenian wayang juga dibuatkan replikanya, berupa Gunungan Kartasura yang terletak di kiri belakang museum, menggamabarkan penyempurnaan cerita wayang pada abad 18 oleh pujangga Kraton Surakarta bernama Yododipuro dari Kakawin Ramayana menjadi Serat Ramayana. Kompleks Baleranu Mangkubumi, Patung Jepang dan patung Proklamasi melambangkan babak sejarah Indonesia sebelum kemerdekaan.
Memasuki ruangan museum yang terdiri dari 4 bagian, anda akan melihat koleksi beragam jenis wayang yang dimiliki Soedjono. Terdapat koleksi wayang yang usianya tertua, yaitu wayang purwa (pertama), yang dipentaskan sejak masa kerajaan Kediri. Ragam wayang purwa yang tersedia adalah jenis yang dibuat dari kulit kerbau dengan atau tanpa dilengkapi aksesoris. Ruang 1 dan 2 adalah tempat penyiompanan koleksi wayang itu.
Ruangan 3 menyimpan wayang jenis lain, misalnya Wayang Madya yang muncul pada jaman Kediri-Majapahit, menceritakan era pasca perang Bharatayudha. Sel;ain itu juga terdapat wayang gedhog yang memuat cerita Dewi Candrakirana, wayang klithik yang mengisahkan Damarwulan dan Minakjinggo, wayang Dupara yang menceritakan perjuangan Diponegoro dan Wayang Suluh yang bercerita tentang perjuangan Indonesia mencapai kemerdekaan.
Yang unik, museum ini juga memuat Wayang Kancil yang menceritakan si kancil yang mencuri mentimun, sebuah cerita wayang yang diadaptasi menjadi dongeng yang terkenal di kalangan orang tua dan anak. Terdapat pula beragam jenis Wayang Golek yang berasal dari Jawa Barat, juga patung beberapa tokoh pewayangan seperti Dewi Shinta dan Rahwana.
Di museum ini pula, anda bisa mencocokkan zodiak anda dengan tokoh-tokoh dalam pewayangan dan meramal perwatakan anda lewat poster seukuran A3 yang digantung, anda bisa membacanya dengan jelas. Ada pula poster lain yang menggambarkan strategi perang yang dipakai ketika Perang Barathayudha, baik oleh Pandawa maupun Kurawa, yang berhasil diterapkan untuk menakhlukkan lawan. Beberapa strateginya adaladalah strategi Sapit Urang dan Gajah.
Tak banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk mengunjungi museum ini, hanya Rp 3.000,00 per pengunjung dan biaya tambahan Rp 2.000,00 jika ingin memperoleh buku panduan. Sebelum berkeliling, anda akan disambut pemandu yang akan menerangkan sejarah dan bagian-bagian museum. Menjangkau museum ini pun cukup mudah, anda bisa memakai angkutan umum berupa bis jurusan Jogja-Wonosari atau menggunakan taksi.
Rabu, 03 Desember 2008
Ribuan kilo jalan yang kau tempuhLewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalanWalau tapak kaki penuh darah penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikanTak mampu ku membalas...
Ingin kudekap dan menangis dipangkuanmuSampai aku tertidur bagai masa kecil duluLalu do'a-do'a baluri sekujur tubuhku Dengan apa membalas...
Ibu Ibu . . . . .. .
catatan koe:menurut gue lagu yang bertemakan orang tua(Ibu atau ayah) ini Yang paling dalam maknanya dan membuat membuat kita sadar akan pentingnya kehadiran seoarang ibu. banyak lagu yang bertemakan seperti ini misalnya BUNDA By Potret(melly) atau lagu lainnya yang bertemakan sama namun tanpa mengecilkan kemampuan musisi lain gue menganggap lagu IBU by Iwan Fals Tak "kan lekang oleh Hujan dan Panas, dan mampu membawa kita kedalam suasanya. Jayalah mas iwan Fals dan tentunya musisi Indonsia lainnya.
IWAN FALSIwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir 3 September 1961 di Jakarta) adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.Lewat lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial kehidupan Indonesia (terutama Jakarta) di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya tetapi juga sejumlah pencipta lain.Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar diseluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalama paduan suara sekolah.Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records, tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal karirnya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.[rujukan?]Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di sebuah stasiun radio yang sekarang sudah tidak mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, yang mengakibatkan dia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara.[rujukan?] Beberapa konser musiknya pada tahun 80-an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan Pola Sederhana juga Mbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru. Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror.[rujukan?] Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.[rujukan?]Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan disela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo yang dikerjakan bersama sebagian mantan personil SWAMI.Sejak meluncurnya album Suara Hati pada 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Menariknya, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun bandnya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.[rujukan?]KeluargaIwan lahir dari Lies (ibu) dan mempunyai ayah tiri Haryoso (almarhum). Iwan menikahi Rosanna (Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani.Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun demikian, musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi trade mark ayahnya. Galang kemudian menjadi gitaris kelompok Bunga dan sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya.Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki pada album Opini, yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM pada awal tahun 1981 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1981).Nama Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul Anissa pada tahun 1986. Rencananya lagu ini dimasukkan dalam album Aku Sayang Kamu, namun dibatalkan. Lirik lagu ini cukup kritis sehingga perusahaan rekaman batal menyertakannya. Pada cover album Aku Sayang Kamu terutama cetakan awal, pada bagian penata musik masih tertulis kata Anissa.Galang Rambu Anarki meninggal pada bulan April 1997 secara mendadak yang membuat aktivitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun. Galang dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok Jawa Barat. Sepeninggal Galang, Iwan sering menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri.(Pada tahun 2002 Iwan mulai aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri dengan munculnya album Suara Hati yang di dalamnya terdapat lagu Hadapi Saja yang bercerita tentang kematian Galang Rambu Anarki. Pada lagu ini istri Iwan Fals (Yos) juga ikut menyumbangkan suaranya.Sejak meninggalnya Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Dia tidak segarang dan seliar dahulu. Lirik-lirik lagunya terkesan lebih dewasa dan puitis.[rujukan?] Iwan Fals juga lebih banyak membawakan lagu-lagu bertema cinta baik karangannya sendiri maupun dari orang lain.Pada tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals dianugrahi seorang anak lelaki yang diberi nama Rayya Rambu Robbani. Kelahiran putra ketiganya ini seakan menjadi pengganti almarhum Galang Rambu Anarki dan banyak memberi inspirasi dalam dunia musik seorang Iwan Fals.[rujukan?]Di luar musik dan lirik, penampilan Iwan Fals juga berubah total. Saat putra pertamanya meninggal dunia Iwan Fals mencukur habis rambut panjangnya hingga gundul. Sekarang dia berpenampilan lebih bersahaja, rambut berpotongan rapi disisir juga kumis dan jenggot yang dihilangkan. Dari sisi pakaian, dia lebih sering menggunakan kemeja yang dimasukkan pada setiap kesempatan tampil di depan publik, sangat jauh berbeda dengan penampilannya dahulu yang lebih sering memakai kaus oblong bahkan bertelanjang dada dengan rambut panjang tidak teratur dan kumis tebal.Peranan istrinya juga menjadi penting sejak putra pertamanya tiada. Rossana menjadi manajer pribadi Iwan Fals yang mengatur segala jadwal kegiatan dan kontrak. Dengan adanya Iwan Fals Manajemen (IFM), Fals lebih profesional dalam berkarir.Pendidikan* SMPN 5 Bandung* SMAK BPK Bandung* STP (Sekolah Tinggi Publisistik, sekarang IISIP)* Institut Kesenian Jakarta (IKJ)DiskografiTidak seluruh album yang dikeluarkan Iwan Fals berisi lagu baru. Pada tahun-tahun terakhir, Iwan Fals sering mengeluarkan rilis ulang lagu-lagu lamanya, baik dengan aransemen asli maupun dengan aransemen ulang. Pada tahun-tahun terakhir ini pula Iwan Fals lebih banyak memilih berkolaborasi dengan musisi muda berbakat.Banyak lagu Iwan Fals yang tidak dijual secara bebas. Lagu-lagu tersebut menjadi koleksi ekslusif para penggemarnya dan kebanyakan direkam secara live. Beberapa lagu Iwan Fals yang tidak dikomersialkan seperti lagu 'Pulanglah' yang dinyanyikan khusus untuk almarhum Munir ternyata sangat digemari yang akhirnya direkam ulang dan dimasukkan kedalam album terbarunya yang beredar di tahun 2007.
Komik underground sering enggak dianggap keren. Dari alur cerita, penggambaran dengan pensil dan tinta, dibuat oleh orang yang sama. Lalu yang disebar fotokopiannya pula.
Belakangan ini makin ramai saja istilah komik underground. Bahkan sampai ada event khususnya segala. Awal September lalu digelar Festival Komik di Mal Ciputra, Jakarta Barat, yang salah satu menu acaranya diskusi Fenomena Komik "Underground". Sebenarnya apa sih komik underground ini?
Disebut underground karena komik ini berada di luar aliran komik mainstream yang biasanya punya tema umum dengan cerita dan sang karakter digambarkan ideal, mimpinya semua orang. Dalam komik underground, semua digambarkan apa adanya. Bukannya enggak mungkin sebuah cerita itu sarat dengan kepahitan, kesialan, kegetiran, bahkan kekurangajaran.
Komik underground biasanya punya ide cerita yang out of the box, walaupun kadang konsekuensinya cerita jadi enggak sejalan dengan nilai budaya dan tata krama tertentu. Eh, tapi ini bukan berarti komik ini selamanya memberontak atau antisosial, lho! "Lebih tepat kalau dibilang memerdekakan pikiran dan pendapat sendiri," jelas Firmansyah Rachim dari Masyarakat Komik Indonesia. Kemerdekaan adalah hal yang penting. Enggak hanya kemerdekaan berpendapat saja, tapi juga kemerdekaan memilih karakter, cara mengungkapkan cerita, maupun gaya menggambar. Jadi, segala sesuatunya diungkapkan secara jujur, apa adanya.
Sejarah komik "underground"
Sebelum masuk ke Indonesia, komik underground cukup punya sejarah yang panjang di Amerika dan Eropa. Menurut Imansyah Lubis, seorang komikus yang juga pengamat komik, di Amerika komik ini muncul dengan latar belakang gerakan antikomik sekitar tahun 1950-an berupa pemboikotan dan pembakaran massal buku komik. Muncul juga yang disebut Comics Code Authority (CCA) yang fungsinya sebagai "saringan" apa saja yang boleh tampil dalam komik. Setiap komik yang dijual di tempat-tempat umum harus ada tanda approval-nya. Enggak gampang menembus CCA ini. "Menurut penelitian dari ahli komunikasi, belum pernah ada batasan terhadap sebuah medium yang paling ketat selain CCA," kata Hikmat Darmawan, pengamat komik Indonesia.
Sebagai reaksi dari CCA ini, pada akhir tahun 1960-an awal 1970-an, muncullah komik underground yang sangat mengutamakan kebebasan berpikir dan bercerita lewat komik, yang ditujukan untuk pembaca dewasa. Komik underground pada masa itu juga terinspirasi oleh flower generation. Generasinya para hippy yang antiperang (Vietnam) serta ketidakpuasan masyarakat akan keadaan saat itu, antara lain kemiskinan.
Majalah MAD ciptaan Harvey Kurtzman dulunya termasuk kategori underground. Sampai sekarang majalah tersebut tetap ada dan banyak dibeli orang!
Perkembangan komik underground di Amerika, menurut Imansyah, menjadi sumber inspirasi bagi komikus-komikus pemberontak di Eropa untuk membuat komik dengan tema sosial politik. Perbedaannya, komik underground Eropa enggak seagresif komik underground Amerika. Puncak kejayaan komik underground Eropa terjadi pada tahun 1975-1985, khususnya di Belgia dan Perancis.
Komik "underground" Indonesia
Komik di Indonesia mengalami masa jaya sekitar tahun 1950-1970. Memasuki tahun 1980-an, nasib komik menyedihkan. Komikus-komikus muda enggak muncul lagi dan kalah pamor dengan komik asing yang masuk ke sini.
Sekitar tahun 1994, komik Indonesia mulai "melek" ditandai dengan munculnya komik Rama-ShiTa: Legenda Masa Depan dan komik Imperium Majapahit oleh Gen Mintaraga. Kemudian pada November 1995 diluncurkanlah komik Caroq oleh Thoriq dari Studio Qomik Nasional dan komik Awatar oleh Doddy Wisnuwardhana dari Awatar Comics dengan gaya ngomik yang cukup gila-gilaan. Baru deh, para komikus muda dan studio-studio komik bermunculan karena termotivasi oleh peristiwa-peristiwa itu. Event komik seperti Pekan Komik Nasional juga mulai bertebaran dan rutin diadakan.
Bangkitnya kembali komik Indonesia ini masih bersifat sangat manual karena benar-benar dibuat (cerita, storyboard, pensil, dan tinta) oleh orang yang sama dengan cara yang sangat sederhana. Diperbanyak dengan cara fotokopi dengan produksi kurang dari 500 eksemplar. Distribusinya pun juga masih dari tangan ke tangan. Ini yang kemudian diartikan sebagai komik underground oleh kebanyakan orang, karena eksistensinya masih bersifat "gerilya" pada saat itu.
Sekarang pamor komik sudah mulai naik. Cukup banyak penerbit yang memandang komik sebagai artwork yang punya daya jual. Sebut saja Terrant Books, yang baru-baru ini mengadakan softlaunch 1001 Jagoan, Selamat Pagi Urbaz, dan Mantera Pawitra yang merupakan novel grafis pertama di Indonesia. Penerbitan ini membuka divisi baru, yaitu Terrant Comics untuk mendukung komik Indonesia. Lalu komik M&C! yang sudah menerbitkan komik Dua Warna ciptaan Alfi Zachkyelle dari Sekte Komik, salah satu studio komik underground di Indonesia.
Semoga komik kita bisa mencapai masa kejayaan lagi, deh! Jangan mau kalah dong sama komik luar lainnya!!
NINA SETIAWATI Tim MUDA
Search :